Pages

Labels

Minggu, 23 November 2014

Sejarah The Big Four KAP

Sejarah The Big Four KAP

The Big Four  adalah kelompok empat firma jasa profesional dan akuntansi internasional terbesar, yang menangani mayoritas pekerjaan audit untuk perusahaan publik maupun perusahaan tertutup. Firma Empat Besar adalah sebagai berikut:
1.    Deloitte Touche Tohmatsu, yang berkantor pusat di Amerika Serikat.
2.    PricewaterhouseCoopers, yang berkantor pusat di Britania Raya
3.    Ernst & Young, yang berkantor pusat di Britania Raya
4.    KPMG, yang berkantor pusat di Belanda
Kelompok ini sempat dikenal sebagai "Delapan Besar", dan berkurang menjadi "Lima Besar" melalui serangkaian kegiatan merger. Lima Besar menjadi Empat Besar setelah keruntuhan Arthur Andersen pada 2002, karena keterlibatannya dalam Skandal Enron.
Sejak tahun 1898, merger dan satu skandal besar yang melibatkan Arthur Andersen telah mengurangi jumlah firma akuntansi besar dari delapan menjadi empat.
Awal Kemunculan The Big Four
Sebelum menjadi The Big Four (4 Besar), dahulunya dikenal dengan Big Eight pada tahun 1979 - 1989, yang merupakan dominasi Internasional dari delapan kantor akuntan terbesar, diantaranya:
1.    Arthur Andersen
2.    Arthur Young & Co.
3.    Coopers & Lybrand (aslinya Lybrand, Ross Bros., & Montgomery)
4.    Ernst & Whinney (hingga 1979 Ernst & Ernst di AS dan Whinney Murray di Britania Raya)
5.    Deloitte Haskins & Sells (hingga 1978 Haskins & Sells di AS dan Deloitte & Co. di Britania Raya)
6.    Peat Marwick Mitchell (selanjutnya menjadi Peat Marwick, kemudian KPMG)
7.    Price Waterhouse
8.    Touche Ross
Kemudian pada tahun 1989,  Big Eight berubah menjadi Big Six saat Ernst & Whinney bergabung dengan Arthur Young membentuk Ernst & Young di bulan Juni dan Deloitte, Haskins & Sells bergabung dengan Touche Ross membentuk Deloitte & Touche di bulan Agustus. Big Six mencakup :
1.    Arthur Andersen
2.    Peat Marwick Mitchell
4.    Price Waterhouse
5.    Ernst & Young
6.    Deloitte & Touche
Selanjutnya Big Six berubah menjadi Big Five di bulan Juli 1998 pada saat Price Waterhouse bergabung dengan Coopers & Lybrand membentuk PricewaterhouseCoopers. Big Five mencakup:
1.    Arthur Anderson
2.    Erns & Young
3.    Deloitt & Touche
4.    Peat Marwick Mitchell
5.    PricewaterhouseCoopers
Big Five akhirnya menjadi Big Four setelah keruntuhan Arthur Andersen pada 2002, karena keterlibatannya dalam Skandal Enron. Kantor akuntan Arthur Andersen didakwa melawan hukum karena menghancurkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengauditan Enron, dan menutup-nutupi kerugian jutaan dolar dalam Skandal Enron yang meledak pada tahun 2001. Hasil keputusan hukum secara efektif menyebabkan kebangkrutan global dari bisnis Arthur Andersen. Kantor-kantor koleganya di seluruh dunia yang berada di bawah bendera Arthur Andersen seluruhnya dijual dan kebanyakan menjadi anggota kantor akuntan internasional lainnya. Di Britania Raya, para partner Arthur Andersen setempat kebanyakan bergabung dengan Ernst & Young dan Deloitte Touche Tohmatsu. Di Indonesia, para partner Arthur Andersen pada akhirnya bergabung dengan Ernst & Young.
Bangkrutnya Arthur Andersen meninggalkan hanya empat kantor akuntan internasional di seluruh dunia, yang menyebabkan masalah besar bagi perusahaan-perusahaan internasional besar, karena mereka diharuskan untuk menggunakan kantor akuntan yang berbeda untuk pekerjaan audit perusahaan dan layanan non-auditnya. Karena itu, hilangnya salah satu kantor akuntan besar itu telah menurunkan tingkat kompetisi di antara kantor-kantor akuntan dan menyebabkan meningkatnya beban akuntansi bagi banyak klien.
Anggota The Big Four Auditors 
1.    Deloitte Touche Tohmatsu
            Merupakan salah satu KAP yang memiliki total pendapatan secara global tertinggi (dicapai   
      pada tahun 2013) diantara Anggota Big Four yang lainnya yakni dengan total pendapatan $32.4 
      Billion. Deloitte Touche Tohmatsu berkantor pusat di Amerika Serikat.
Pertumbuhan Delloitte Touche Tohmatsu secara global mengalami kenaikan yang signifikan   dalam beberapa tahun terakhir, dan juga bersaing keat dengan PricewaterhuseCoper dalam segi pendapatan. Deloitte Touche Tohmatsu memiliki lebih dari 200.000 tenaga kerja profesional dan mempunyai cabang lebih dari 150 negara di dunia.
Di Indonesia, Deloitte Touche Tohmatsu bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny dan berlokasi di 2 tempat, yaitu Jakarta dan Surabaya.
Berbagai jenis jasa yang ditawarkan oleh Deloitte Touche Tohmatsu Indonesia diantaranya: 
1)   Advisory & Assurance
Jasa yang ditawarkan berupa jasa atestasi & kosultan, jasa audit merupakan salah satu jenis jasa yang ditawarkan Deloitte untuk assurance nya. Sedangkan untuk assurance-nya, Deloitte mengedepankan konsultasi mengenai adopsi laporan keuangan berbasis IFRS (International Financial Reporting Standart)

2)      Consulting
Jasa yang diberikan berupa masukan-masukan pendapat professional kepada klien-klien yang membutuhkan. Umumnya konsultasi berupa target pasar, lokasi pendirian pabrik, isu hukum di indonesia, dll. Klien-klien luar negri umumnya membutuhkan tenaga konsultasi yang handal dan professional sebelum mendirikan perusahaan-nya disini.

3)   Enterprise Risk Service
Berupa jasa yang berhubungan dengan pengendalian resiko & compliance di perusahaan, baik di sisi operasional, teknikal maupun secara finansial perusahaan. Jasa yang dimaksud diantaranya :
  • Control Assurance : Membantu perusahaan membuat dan mengawasi SOP yang dibuat agar berjalan dengan baik di lingkungan perusahaan.
  • Internal Audit : Melihat apakah SOP yang ditetapkan perusahaan sudah dijalankan dengan baik dan maksimal oleh masing-masing divisi.
  • Security Service : Berhubungan dengan tingkat keamaan data perusahaaN.
  • Risk Management : Meminimalisasikan resiko yang mungkin terjadi di manajemen perusahaan, misalnya : Turn-over karyawan yang tinggi 
  • Regulatory Compliance :Menjaga agar perusahaan taat dengan regulasi yang di buat oleh pemerintah

4)   Financial Advisory
Berupa jasa pemberi nasihat yang berfokus pada hal-hal yang berhubungan dengan laporan keuangan. Jika Consulting mungkin lebih ditekankan kearah teknikal, tapi financial advisory lebih kearah laporan keuangan yang akan disajikan. Financial advisory di Deloitte dipecah sebagai berikut :
  • Corporate Finance : Jasa konsultasi jika perusahaan ingin melakukan IPO, Akuisisi, Merger, dll
  • Forensic : Fraud, Corrupt, Money Loundring adalah hal-hal yang akan divisi ini tangani. 
  • M & A Transaction Service : Bagaimana proses awal hingga akhir untuk perusahaan yang akan melakukan M&A (Merger & Acquisition) 
  • Reorganisation : Jasa advisory mengenai bagaimana cara perusahaan ingin merestrukturisasi ulang perusahaan nya. 
  • Valuation : Berfokus pada penilaian tentang berapa biaya yang akan dikeluarkan jika sengketa masuk ke ranah hukum, bisa juga tentang penilaian prospek bisnis, dll
5)   Tax
Jasa yang diberikan ketika perusahaan menghadapi kesulitan dalam menangani masalah perpajakan.

Perusahaan-perusahaan yang diaudit oleh Deloitte Touche Tohmatsu : 
1)  PT Barito Pasific
2)    PT Petrosea
3)    PT Jakarta Setiabudi International
4)     Garuda Indonesia
2.    PricewaterhouseCoopers
PricewaterhouseCoopers dibentuk pada tahun 1998 dari penggabungan usaha antara Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Penghasilan gabungan PricewaterhouseCoopers di seluruh dunia mencapai 20.3 billion dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2005, dan mempekerjakan lebih dari 130.000 profesional di 148 negara. PricewaterhouseCoopers berkantor pusat di Britania Raya.
Afiliasi Price Waterhouse Cooper di Indonesia adalah Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana & Rekan. Jenis-jenis jasa yang disediakan oleh PWC Indonesia diantaranya : 
1)        Advisory 
Berupa jasa yang berhubungan dengan masukan dan nasihat kepada pemilik modal atau perusahaan dalam menghadapi suatu permasalahan atau issue-issue yang krusial.

2)      Audit and Assurance
Pekerjaan di bidang jasa astetasi,  jasa yang ditawarkan diantaranya jasa audit, jasa financial accounting, IT, dan lain-lain.

3)      Tax
Jasa yang berkaitan dengan perencanaan dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan,  jasa yang ditawarkan diantaranya : jasa konsultasi pajak, jasa compliance terhadap pajak, isu transfer pricing, dll.

4)      Capital Market
Jasa di capital market lebih mirip ke arah jasa konsultasi (Advisory) namun lebih spesifik kepada ekspansi perusahaan secara menyeluruh. Jasa yang ditawarkan diantaranya:  Go Public (IPO) Service, Securitizations and Structured Finance Arrangements dan Private Placements – Equity or Debt.

5)      Accounting Advisory Service
Menurut penulis, jasa untuk Accounting Advisory ini merupakan gabungan jasa konsultasi (Advisory) dan jasa astetasi (Assurance). Jasa yang ditawarkan diantaranya : Konvergensi IFRS, Accounting change manage, Training, dll.
6)      Korean Business Desk
Jasa yang ditawarkan perusahaan ini masih cukup baru, karena segmentasi-nya lebih kepada seluruh perusahaan korea yang ada di Indonesia. Menurut sumber terkait, PWC Indonesia merupakan Pelopor Kantor Akuntan Public Indonesia pertama yang masuk ke pasar perusahaan Korea di Indonesia.
Perusahaan-perusahaan yang diaudit oleh PWC:
1)        Astra Intrenational Group
2)        Chevron
3)        XL Axiata Tbk.
4)        Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.
5)        United Tractor
3.      Ernst & Young
Merupakan firma jasa profesional multinasional yang berpusat di London, Inggris, Britania Raya. EY merupakan firma jasa profesional terbesar ketiga di dunia menurut pendapatan pada tahun 2012. Berbagai jenis jasa yang ditawarkan oleh EY di Indonesia, diantara nya : 
1)        Advisory
Ada beragam jenis jasa yang ditawarkan oleh EY di divisi advisory, diantaranya IT Advisor, Advisor Financial Service dan Performance Improvement.
Jasa advisor ini lebih berfokus ke arah jasa konsultasi terhadap klien, dimana klien meminta pendapat kepada mereka tentang hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan. Bisa bertanya di sisi legal perusahaan, peraturan pemerintah / daerah, operasional, dll.
 
2)        Assurance
Jenis jasa yang ditawarkan oleh EY di divisi ini, diantaranya,
1)     Accounting Compliance Report 
Berfokus pada ke-taatan pelaporan keuangan dibidang akuntansi. misalnya cara melakukan cost accounting, plantation accounting (Untuk perusahaan sawit), Oil accounting.

2)     Audit
Berfokus pada  pemeriksaan laporan keuangan kepada perusahaan

3)     Fraud Investigation
Berfokus pada pemeriksaan terhadap perusahaan, apakah manajemen melakukan kecurangan (Fraud) terhadap perusahaan.

4)    Climate Change and Sustainability
Kemungkinan merupakan jasa yang berhubunganya dengan kejadian-kejadian ekonomi di suatu negara (Politik) atau regulasi tentang global warning.

3)        Tax
Merupakan jenis jasa yang berhubungan dengan pajak perusahaan. Jenis yang ditawarkan oleh EY cukup beragam, ada yang berhubungan dengan issue yang berat seperti Transfer Pricing, Cross Border Tax, ada juga jasa yang ditawarkan masih sebatas normal seperti jasa VAT, GTS dan Personal tax.

4)      Transaction
      Jenis jasa yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Jasa yang ditawarkan bisa mencakup konsultasi transaksi dalam proses akuisisi perusahaan, konsultasi transaksi yang berhubungan dengan pajak , operasional transaksi perusahaan, dll.
Beberapa perusahaan yang diaudit oleh EY di Indonesia :
1)        Bank Bukopin
2)        Indofood Sukses Makmur
3)        PT Kalbe Farma
4)        Telkom Indonesia

4.    KMPG
KMPG terdiri dari beberapa nama pendirinya itu sendiri. yaitu dari  Klijnveld, P dari Peat M dari Marwickdan G dari Goerdeler. KAP yang berkantor di Netherlands (Belanda) ini mempunyai lebih dari 152.000 karyawan dan beroperasi di lebih dari 145 negara di dunia.Pendapatan Global KPMG berada di nomor 4 setelah EY, yaitu sebanyak USD 23.4 Billion. Di Indonesia sendiri, KPMG berafiliasi dengan KAP lokal yaitu KAP Siddharta & Widjaja.
Berbagai jasa yang ditawarkan KMPG ,diantaranya:
1)        Audit Service
Jasa pemeriksaan laporan keuangan terhadap perusahaan ini umumnya adalah core business dari setiap kantor akuntan publik.
2)        Tax Service
Jasa di bidang perpajakan jika perusahaan mengalami kesulitan di bidang pajak, khususnya untuk masalah juridiksi perpajakan, transfer pricing, pajak internasional.

3)        Advisory Service
Jika perusahaan mengalami kesulitan dalam mengembangkan bisnis takut akan resiko yang muncul. Maka jasa inilah yang bisa menjadi solusi ketidakpastian tersebut.  

4)        Japanese Business Desk
Jasa ini mengarah  terhadap perusahaan-perusahaan jepang yang ada di Indonesia, Jasa yang ditawarkan hampir sama seperti diatas (Audit, Tax, Advisory), namun segmentasi nya lebih kepada perusahaan-perusahaan jepang.

5)        Korean Business Desk
Menurut penulis, jasa  ini lebih terhadap perusahaan-perusahaan korea yang ada di Indonesia, jasa yang ditawarkan hampir sama seperti diatas (Audit, Tax, Advisory), namun segmentasi nya lebih kepada perusahaan-perusahaan korea.
Perusahaan-perusahaan yang diaudit oleh KPMG Indonesia adalah :
1.    Bank Permata
2.    Bank BCA
3.    Gudang Garam 
4.    Standard Chartered Bank

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Empat_Besar_%28firma_audit%29
www.auditormu.com
http://www.academia.edu/6699329/BIG_EIGHT_BIG_FIVE_BIG_FOUR 
www.wikipedia.org



Sabtu, 22 November 2014

TUGAS 1 : KODE ETIK IKATAN AKUNTANSI INDONESIA.



Tugas 1
Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia

Pertanyaan
1.    Jelaskan mengenai kode etik akuntan menurut IAI
2.    Jelaskan mengenai jasa audit secara detail: prinsip dan aturan etika.
Jawaban
1.    Kode etik akuntan menurut  IAI
Adalah panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja dilinkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun dilingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung jawab profesionalisme.

2.    Penjelasan mengenai Jasa Audit
Jasa Audit adalah suatu penugasan profesional yang menuntut sikap mental yang independen, pandangan yang objektif dan personalia yang memiliki integritas tinggi. Tujuannya yakni untuk mengevaluasi asersi manajemen yang telah disajikan dalam laporan keuangan dan menguji apakah laporan keuangan tersebut telah disusun sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum. Jasa Audit juga merupakan suatu jasa yang sangat menuntut  ”Professional Integrity and Objectivity”.
Dalam menghasilkan jasa audit ini, auditor memberikan keyakinan positif (positive assumme) atas asersi yang dibuat oleh manajemen dalam laporan keuangan historis. Keyakinan (assurance) menunjukkan tingkat kepastian yang dicapai dan yang ingin disampaikan oleh auditor bahwa simpulannya yang dinyatakan dalam laporannya adalah benar. Tingkat keyakinan yang dapat dicapai oleh auditor ditentukan oleh hasil pengumpulan bukti.  

Prinsip dan Aturan Etika
Kode Etik Akuntan memuat 8 prinsip etika, yakni diantaranya:
1.      Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus menggunakan pertimbangan moral dan profesionalime dalam semua kegiatan yang dilkukannya. Sebagai profesional, anggota memiliki peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peranan tersebut, anggota memiliki tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional.
2.        Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan.
3.        Integritas
Merupakan prinsip yang mengharuskan seorang anggota untuk bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Integritas mendasari kepercayaan publik dan sebagai patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya.
4.        Objektivitas
Objektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak,  jujur secara inelektual, dan bebas dari pengaruh pihak lain.
5.        Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
            Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Kompetensi profesional dibagi menjadi 2 fase secara terpisah, yakni:
a)    Pencapaian kompetensi profesional
Pencapaian kompetensi profesional awalnya memerlukan standar pendidikan umum yang tinggi, diikuti oleh pendidikan khusus pelatihan , dan ujian profesional dalam subjek-subjek yang relevan. Hal ini merupakan pengembangan untuk setiap anggota.
b)    Pemeliharaan kompetensi profesional
Kompetensi harus dipelihara melalui komitmen, pemeliharaan kompetensi profesional memerlukan kesadaran untuk terus mengikuti perkembangan profesi akuntan, serta anggotanya harus menerapkan suatu program yang dirancang untuk memastikan terdapatnya kendali mutu atas pelaksanaan jasa profesional yang konsisten.
Sedangkan kehati- hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesinya dengan kompetensi dan ketekunan.
6.        Kerahasiaan
Setiap anggota emiliki kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi dengan klien. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien berakhir.
7.        Perilaku Profesional
Setiap anggota berkewajiban menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi , hal ini dilakukan sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staff, pemberi kerja dan masyarakat umum.
8.      Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, International Federation Of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.
Sumber:


Jumat, 20 Juni 2014

Tugas Softkill Bulan Keempat


Exercise 37  :  Relative Clauses
Page  138

1.   The last record which was produced by this company became a gold record.
2.   Checking account which require a minimum balance are very common now.
3.   The professor to whom you spoke yesterday is not here today.
4.   John whose grades are the highest in the school has received a scholarship.
5.   Felipe bought a camera that has three lenses.
6.   Frank is the man whom we are going to nominate for the office of treasurer.
7.   The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident.
8.   Jane is the women who is going to China next year.
9.   Janet wants a typewriter that self-corrects.
10. This book that i found last week contains some useful information.
11. Mr.Bryant whose team has lost the game looks very sad.
12. James wrote an article whom indicated that he disliked the president.
13. The director of the program who graduated from Harvard University is planning to retire next year.
14. This is the book  that i have been looking for all year.
15. William whose brother is a lawyer wants to become a judge.

Exercise 38  :  Relative Clause Reduction
Page 139

1.   George is the man chosen to represent the committee at the convention.
2.   All of the money accepted has already been released.
3.   The papers on the table belong to Patricia.
4.   The man brought to the police station confessed to the crime.
5.   The girl drinking coffee is Mary Allen.
6.   John's wife, a professor, has written several papers on this subject.
7.   The man talking to the police man is my uncle.
8.   The book on the top shelf is the one that i need.
9.   The number of students having been counted is quite high.
10. Leo Evans, a doctor, eats in the restaurant every day.


Tugas Tambahan


Relative Clauses


Definition:

Adjective clause is a dependent clause that modifies a noun. It describes, identifies, or gives further information about a noun. An adjective clause is also called a relative clause.
Dependent clause is not a complete sentence. It must be connected to independent clause. And independent clause is a complete sentence. It contains the main subject and verb of a sentence.(It is also called a main clause)


The relative pronouns are:



Using Subject Pronouns : Who, Which, That

Using Object Pronouns : Who/Whom, Which, That



Using Whose 


SUMBER :

Azar Betty Schrampfer.Understanding And Using English Grammar.Hal:238-240.


    

Minggu, 18 Mei 2014

Tugas Softkill Bulan Ketiga

Exercise 35 : Passive Voice

1.  Somebody calls the president every day.
     Answer  :  The president is called (by somebody) every day.
2.  John is calling the other members.
     Answer  :  The other members are being called by John.
3.  Somebody will call Mr.Watson tonight.
     Answer  :  Mr. Watson will be called (by somebody) tonight.
4.  The fire has caused considerable damage
     Answer  :  Considerable damage has been caused by the fire.
5.  The teaccher should buy the supplies for this class.
     Answer  :  The supplies for this class should be bought by the teacher.


Exercise 36 : Causative Verbs
Page  :  135
1.  The teacher made Juan leave the room.
2.  Toshiko had her car repaired by a mechanic
3.  Ellen got Marvin to type her paper.
4.  I made Jane call her friend on the telephone.
5.  We got our house painted last week.
6.  Dr.Byrd is having the students write a composition.
7.  The policemen made the suspect lie on the ground.
8.  Mark got his transcripts sent to the university.
9.  Maria is getting her hair cut tomorrow.
10.We will have to get the Dean to sign this form.
11.The teacher let Al leave the classroom.
12.Maria got Ed to wash the pipettes.
13.She always has her car fixed by the same mechanic.
14.Gene got his book published by a subsidy publisher.
15.We have to help Janet find her keys.

Tugas Tambahan  :  Causative Verbs

Active Causative Form

Definition
Causative verbs are used when one thing or person causes another thing or person to do something. It means when we don't do something ourselves, instead we need someone else to do something for us.

There are two basic causative structures:
1. Active Causative form
2. Passive Causative Form

Active Causative Verb
The active causative verb as :

1. Let,

Let is used when we want to allow someone to do something.
Examples:
  • Shena let her son swim with his friends.
  • Mr. Anton let Anna leave class early.
  • My sister  let me borrow her dress.
  • We are going to let write the letter.

2. Make

Make is used when we want to force someone to do something.
Examples:
  • The president is making his cabinet members sign this document.
  • Mr. Fadli made her wife attend Andi's birthday party.
  • Diana made her son be quite in theater.
  • My mother makes me do my homework.

3.  Have

Have is used when we want to give someone the responsibillity to do something
Examples:
  • I had my hair cut.
  • I had my jacket cleaned yesterday.
  • My English teacher has me do the homework in a week.
  • John is having his father contact the officials.

4.  Get

Get is used when we want to convince to do something or to trick someone into doing something.
Examples:
  • My friends get me to take the test.
  • I got my computer fixed.
  • He got the mechanic to repair the machine.
  • She got him to read more.


SUMBER  :
http://sprdk.blogspot.com/2011/05/causative-form-active-and-passive.html
http://masterex.narod.ru/english_email_causative_verbs.htm
http://www.myenglishpages.com/site_php_files/grammar-lesson-causative-verb.php#.U3hoQXZFphI


Minggu, 13 April 2014

Tugas Softkill Bulan Kedua

Exercise 33 :  Because / Because Of
Page :  121

1.   It was difficult to deliver the letter because the sender had written the wrong address on the envelope.
2.   We decided to leave early because the party was boring.
3.   Rescue attempts were temporarily halted because of  the bad weather.
4.   They visited their friends often because of they enjoyed their company.
5.   Paul cannot go to the football game because of his grades.
6.   Marcella was awarded a scholarship because of her superior scholastic ability.
7.   Nobody ventured outdoors because of the hurricane warnings.
8.   We plan to spend our vacation in the mountains because the air is purer there.
9.   We have to drive around the bay because the bridge was destroyed in the storm.
10.  The chickens have died because of the intense heat.

Exercise 34 :  So / Such
Page :  124

1.   The sun shone so brightly that Maria had to put on her sunglasses.
2.   Dean was such a powerful swimmer that he always won the races.
3.   There were so few students registered that the class was cancelled.
4.   We had such wonderful memories of that place that we decided to return.
5.   We had such good a time at the party that we hated to leave.
6.   The benefit was such great a success that the promoters decided to repeat it.
7.   It was such a nice day that we decided to go to the beach.
8.   Jane looked so sick that the nurse told her to go home.
9.   Those were such difficult assignments that we spent two weeks finishing them.
10. Ray called at such an early hour that we weren't awake yet.
11. The book looked so interesting that he decided to read it.
12. He worked so carefully that it took him a long time to complete the project.
13. We stayed in the sun for such a long time that we became sunburned.
14. There were so many people on the bus that we decided to walk.
15. The program was so entertaining that nobody wanted to miss it.


Tugas Tambahan  :  Connector Article

Coordinating Conjuctions

Definition:
Coordinating conjunction is a conjunction that links two words, phrases, clauses, or sentences that are grammatically equivalent. 

The six words most commonly used as coordinating conjunctions can be remembered as: (F)or, (A)nd, (N)or, (B)ut, (O)r, (Y)et, (S)o.

1  Use of  "And"

And is used as a conjunction when the words or phrases are of equal importance and both condition exist.
There are three points :
- When  and connects only two items within a sentences, No  Commas are used.
- When and connects three or more items in a series in a sentences , commas are used.
- When and connects two sentences, a comma is usually used.


a.    I saw a cat and a mouse.
b.    I saw a cat, a mouse, and a rat.
I saw a cat, a mouse, a rat, and a dog


c.  I opened the door and walked into the  room.
d.   I opened the door, walked into theroom, and sat down at my desk.



e.    Their flag is green and black.

f.     Their flag is green, black, and yellow


g.  I opened the door. She opened the window.
h.      (Incorrect) :
I opened the door, she opened the window.


i.        I opened the door, and she opened the window.
In a : and connects two noun : cat + mouse = No Commas
In b : and connects three or more nouns, so commas are used.

In c : No commas are used because and connects only two verbs (opened + walked)
In d : Commas are used because and connects three verbs (opened + walked + sat)

In e : and connects two adjectives, so No Commas
In f : and connects three adjectives, so commas are used.

In g : Two complete sentences (also called independent clauses) are separated by period , NOT a comma.
In h : h is incorrect because it has a comma between the two independent clauses.

In i : When and connects two independent clauses, a comma is usually used

  
2. But

The conjunction "But" is used to show a contradiction between two phrases.
But are used in the same ways as and, but also are used commas when connects  two independent sentences

 Example :
 a. I went to bed, but couldn't sleep.
 b. I dropped the vase, but it didnt break.
     In b : but used commas when connects two complete sentences.
     (I dropped the vase = a complete sentence) (It didn't break = a complete sentence)


3. Or

When we need to express a choice between two words or phrases, we use "or". Here only one of two conditions exists. Or are used in the same ways as and.

Example:
a. Is a lemon sweet or sour?
b. Do we class on Monday , or is Monday a holiday?
c. Sit on the brench or on the grass


Sumber:
Fundamentals Of English Grammar (Betty Schrampfer Azar : Second Edition) .
http://grammarist.com/grammar/conjunctions/
http://www.tutorvista.com/content/english/english-i/work-book/connectors.php#coordinating-conjuntions