Pages

Labels

Selasa, 15 Mei 2012

Bab 10 Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Indonesia


1.   Perdagangan Antar Negara
      
1.1 Peranan Perdagangan Luar Negeri bagi Perekonomian Indonesia.
      Perdagangan internasional merupakan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pada dasarnya perekonomian suatu negara berhubungan dengan dan dipengaruhi oleh perekonomian negara lain. Hubungan ini meliputi transaksi ekonomi berupa perdagangan barang dan jasa, serta transaksi investasi penanaman modal dan transaksi finansial utang-piutang. Para ahli ekonomi klasik menganalisis lebih dalam mengenai peranan perdagangan internasional terhadap perekonomian suatu negara. Contohnya adalah teori David Ricardo, David Ricardo menerangkan perlunya perdagangan luar negeri dalam perekonomian suatu negara. Teori Ricardo menjadi dasar teori perdagangan luar negeri. Pada teori ini negara digalakkan untuk menerapkan sistem perdagangan bebas. Perdagangan bebas adalah sistem perdagangan luar negeri yang dimana setiap negara melakukan perdagangan tanpa adanya halangan. Perdagangan luar ngeri merupakan salah satu dari kekuatan yang mendorong perekonomian Indonesia. Perdagangan luar negeri memiliki peran dalam menambah devisa negara. Saat ini perdagangan luar negeri Indonesia masih dikuasai oleh sektor pertanian dan perkebunan.Perdagangan luar negeri sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia, Dan jika sistem di perhatikan dan diterapkan sebaik mungkin, perdagangan luar negeri akan menjadi tolak ukur dalam pengdongkrakan perekonomian Indonesia

1.2  Kebijaksanaan Perdagangan Luar Negeri dari Pelita ke Pelita

PELITA I ( 1 April 1969-31 Maret 1974)
      Sasaran utama nya adalah menghentikan proses kemerosotan ekonomi dan membina landasan yang sehat demi pembangunan lebih lanjut. Tujuan nya adalah meningkatkan taraf hidup orang banyak dan sekaligus meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi pembangunan nasional dalam tahap-tahap berikutnya.
Sasaran yang telah ditetapkan adalah pangan,sandang, perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan rohani. Keberhasilan yang dicapai adalah Pertama,dilihat dari perkembangan produk nasional menurut sektor menyatakan bahwa usaha rehabilitasi dan   pembangunan ekonomi yang dilakukan dalam REPLITA 1 telah mengakibatkan perkembangan pesat dibidang bangunan,listrik,industri, dan pertambangan. Kedua perkembangan produk nasional juga mengakibatkan munculnya perubahan struktur perekonomian ke arah struktur ekonomi yang seimbang. Ketiga,perkembangan harga barang dan jasa menunjukan perkembangan yang lebih stabil.

PELITA II (1 April 1974 - 31 Maret 1979)
      Sasaran utamanya adalah perkreditan untuk mendorong eksportir kecil dan menengah, dan  mendorong usaha kecil atau ekonomi lengah dengan Kredit Investasi Kecil.
Keberhasilan yang dicapai adalah Pertama, cadangan devisa naik dari $1,8 milyar menjadi $ 2,58 milyar. Kedua  naiknya tabungan pemerintah dari $ 255 milyar menjadi $522 milyar.

PELITA III (1 April 1979 - 31 Maret 1984)              
      Defisit nya neraca perdagangan karena proteksi dan kuota dari negara pasaran komoditi Indonesia.
Kebijakannya adalah
-    Paket Januari 1982
     Tata cara pelaksanaan ekspor-import dan lalu lintas devisa. Kebijakan ini tidak berhasil karena adaresesi 
     dunia yang belum berakhir.
-    Paket Kebijakan Imbal-Beli
     Ada keharusan eksportir dan importir luar negeri untuk membeli produk-produk Indonesia dalam jumlah 
     yang sama.

PELITA IV (1 April 1984 - 31 Maret 1989)
     Titik berat nya adalah sektor pertanian untuk menuju swasembada pangan, dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. 
Dan ditengah berlangsung pembangunan pada Pelita IV ini yaitu awal tahun 1980 terjadi resesi. Untuk mempertahankan kelangsungan pembangunan ekonomi,pemerintah mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal. Dan dengan begitu pembangunan nasional dapat terus berlangsung.

PELITA V (1 April 1989 sampai 31 Maret 1994)
      Pengarahan terhadap pengawasan, pengendalian ,dan upaya produktif untuk meninggalkan proses tinggal landas menuju Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahap II.
Titik beratnya terdapat pada sektor pertanian dan industri. Pada masa itu kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi baik, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,8% per tahun. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya.

PELITA VI (1 April 1994 sampai 31 Maret 1999)
     Pada Pelita ini kebijakan diarahkan pada pemerataan dan peningkatan kualitas Dikdas, pelaksanaan wajib belajar 9 tahun, pengembangan dan pemanfaatan media pengajaran, serta teknologi pendidikan.
Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak pembangunan. Namun pada periode ini terjadi krisis moneter yang  melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri mengganggu perekonomian yang telah menyebabkan proses pembangunan terlambat, dan juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru.

2.   Hambatan Perdagangan Antar Negara
      Hambatan perdagangan antar negara,diantaranya:
- Perbedaan mata uang suatu negara dengan negara lain.
- Kualitas sumber daya manusia yang rendah.
- Kebijaksanaan impor yang di tetapkan oleh suatu negara.
- Pertentangan di bidang politik dan militer (terjadi perang)

3.   Neraca Pembayaran Luar Negeri Indonesia
      Neraca pembayaran luar negeri merupakan ikhtisar yang tersusun secara sistematik yang memuat semua transaksi-transaksi ekonomi luar negeri yang diadakan penduduk suatu negara yang bersangkutan untuk jangka waktu tertentu.

Transaksi Ekonomi Internasional
      Pada umumnya transaksi ekonomi berupa pemindah tanganan  hak milik atas suatu benda dari tangan orang yang satu ke tangan orang yang lainnya ataupun berupa penunaian jasa yang dilakukan oleh orang yang satu untuk orang lainnya. Perubahan susunan dan nilai hutang piutang serta kekayaan penduduk negara bersangkutan dengan negara lain juga termasuk transaksi ekonomi.

Masalah Kependudukan
      Istilah penduduk merupakan subjek ekonomi yang memiliki kemungkinan untuk mengadakan transaksi ekonomi dengan penduduk negara lain. Oleh karena itu istilah penduduk dalam neraca pembayaran dapat berupa perorangan, badan-badan swasta atau badan-badan pemerintah.  Subjek-subjek ekonomi yang mewakili pemerintahan suatu negara dianggap sebagai penduduk negara yang mewakilinya, contoh Duta besar.
    Orang perorangan yang tidak mewakili pemerintahan suatu negara harus dianggap sebagai penduduk negara dimana mereka memiliki kediaman tetap (center of interest), contohnya turis. Untuk mengetahui center of interest seseorang biasanya dipergunakan kriteria tempat kediaman dan tempat pekerjaannya. 
     Lebih penting daripada status kependudukan orang perorangan, ialah status kependudukan badan-badan perusahaan. Untuk perusahaan yang berbadan hukum, perusahaan harus dianggap sebagai penduduk negara yang pemerintahannya mengesahkan akte pendirian badan hukum tersebut. Sedangkan mengenai cabang-cabang yang ada di negara lain harus dipandang sebagai penduduk dimana cabang tersebut berada.

Transaksi Kredit dan Debit
      Suatu transaksi merupakan transaksi kredit apabila transaksi tersebut menimbulkan atau bertambahnya hak bagi penduduk negara yang memiliki neraca pembayaran internasional tersebut untuk menerimanya dari negara lain.
    Suatu transaksi merupakan transaksi debit apabila transaksi tersebut mengakibatkan timbulnya atau bertambahnya kewajiban bagi penduduk negara yang memiliki neraca pembayaran untuk mengadakan pembayaran pada penduduk negara lain.

Dasar Waktu Pencatatan
      Semua jual beli barang dan juga transaksi penunaian jasa selalu terdiri dari 3 fase,yakni
-    Fase terjadinya perjanjian
-    Fase penyerahan barang atau penunaian jasa
-    Fase pembayaran
Oleh karena itu dalam menyusun neraca pembayaran internasional,sangat perlu bagi kita untuk menetapkan dasar waktu yang mana yang harus kita jadikan sebagai pedoman dalam menentukan bahwa suatu transaksi telah terjadi. Jika tidak seperti demikian kita akan mengalami pencacatan ganda. Untuk mengatasi persoalan diatas ada 3 macam pilihan dasar waktu yang masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Diantaranya:

Dasar Waktu Pembayaran (The payments Time Basis)
    Transaksi dianggap terjadi pada saat diadakan pembayaran.

Dasar Waktu Perjanjian (The Transactions Time Basis)
    Ekspor dan import dianggap terjadi setelah adanya perjanjian. Dengan digunakannya cara ini,kelemahan   yang ditimbulkan penggunaan kartu kredit dalam transaksi ekspor import dapat dihindarkan. Akan tetapi akan timbul kesulitan jika kontrak jual beli yang meliputi jangka waktu sampai beberapa tahun , pada  neraca pembayaran internasionaluntuk periode dimana kontrak tersebut ditandatangani,maka besarnya nilai ekspor dan imporakan jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang sungguh-sungguhdiekspor atau diimport.

Dasar Waktu Penyerahan (The Movement Time Basis)
     Transaksi ekspor dianggap terjadi pada saat barang meninggalkan daerah negara pengekspor, sedangkan transaksi impor terjadi apabila barang memasuki daerah negara pengimpor. Ditinjau dari segi pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi serta bagian dari pengaruhnya tingkat employment dan tingkat harga time basis semacam ini lebih tepat dipergunakan . Akan tetapi dasar waktu ini memiliki kelemahan yakni tidak mampunya movement basis dalam mencerminkan perubahan posisi financial luar negeri yang diakibatkan transaksi ekspor dan import.

Beberapa Sumber Neraca Pembayaran Indonesia
-  Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran dan Belanja Negara.
-  Bank Indonesia:Laporan Tahun Pembukuan
-  Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia
-  Statistik Indonesia: Statistical Yearbook od Indonesia, diterbitkan BPS.
-  Indikator Ekonomi 
    
5.   Peranan Kurs Valuta Asing
     Dalam pembayaran antar negara melibatkan banyak mata uang, yang harus dipertukarkan dengan kurs terlebih dahulu. Jadi kurs valuta asing merupakan nilai tukar yang menggambarkan 
banyaknya rupiah yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan satu unit dollar dalam kurun waktu tertentu. Kurs valuta asing adalah harga valuta asing dinyatakan dalam valuta sendiri.

Penentuan Kurs Valuta Asing
      Terdapat 3 sistem untuk menentukan tinggi rendahnya kurs valuta asing, yakni:
-   Kurs Tetap, dikaitkan emas sebagai patokannya.
-   Kurs Bebas,dibentuk oleh permintaan dan penawaran valuta asing dipasaran bebas.
-   Kurs dibuat Stabil, berdasarkan perjanjian internasional ditetapkan oleh pemerintah atau bank sentral.

Akibat Kurs yang Tidak Sesuai
       Apabila mata uang suatu negara dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan valuta lain (Kurs resmi lebih tinggi daripada perbandingan daya beli yang sesungguhnya atau disebut over valued), akibatnya ekspornya akan macet dan impornya didorong terlalu besar, sehingga keseimbangan neraca pembayaran terancam.Hal yang sebaliknya terjadi apabila mata uang dinilai terlalu rendah atau under valued: apabila kurs resmi terlalu rendah dibandingkan dengan daya belinya yang sesungguhnya, maka ekspor akan bertambah besar, tetapi impor akan macet.
      Kesimpulan bahwa peran valuta asing terhadap perekonomian di indonesia adalah sangat penting. Karena valuta asing merupakan alat pembayaran antar negara. Barang dan jasa yang diimpor itu harus dibayar. Untuk pembayaran itu diperlukan valuta asing atau devisa (Foreign exchange), yaitu valuta (mata uang) yang mau diterima oleh dunia internasional. Devisa itu kita peroleh dari hasil ekspor (devisa umum) atau kredit bank luar negeri (devisa kredit).

SUMBER :

BAB 10 Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Indonesia

1.   Perdagangan Antar Negara
      
1.1 Peranan Perdagangan Luar Negeri bagi Perekonomian Indonesia.
      Perdagangan internasional merupakan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pada dasarnya perekonomian suatu negara berhubungan dengan dan dipengaruhi oleh perekonomian negara lain. Hubungan ini meliputi transaksi ekonomi berupa perdagangan barang dan jasa, serta transaksi investasi penanaman modal dan transaksi finansial utang-piutang. Para ahli ekonomi klasik menganalisis lebih dalam mengenai peranan perdagangan internasional terhadap perekonomian suatu negara. Contohnya adalah teori David Ricardo, David Ricardo menerangkan perlunya perdagangan luar negeri dalam perekonomian suatu negara. Teori Ricardo menjadi dasar teori perdagangan luar negeri. Pada teori ini negara digalakkan untuk menerapkan sistem perdagangan bebas. Perdagangan bebas adalah sistem perdagangan luar negeri yang dimana setiap negara melakukan perdagangan tanpa adanya halangan. Perdagangan luar ngeri merupakan salah satu dari kekuatan yang mendorong perekonomian Indonesia. Perdagangan luar negeri memiliki peran dalam menambah devisa negara. Saat ini perdagangan luar negeri Indonesia masih dikuasai oleh sektor pertanian dan perkebunan.Perdagangan luar negeri sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia, Dan jika sistem di perhatikan dan diterapkan sebaik mungkin, perdagangan luar negeri akan menjadi tolak ukur dalam pengdongkrakan perekonomian Indonesia

1.2  Kebijaksanaan Perdagangan Luar Negeri dari Pelita ke Pelita

PELITA I ( 1 April 1969-31 Maret 1974)
      Sasaran utama nya adalah menghentikan proses kemerosotan ekonomi dan membina landasan yang sehat demi pembangunan lebih lanjut. Tujuan nya adalah meningkatkan taraf hidup orang banyak dan sekaligus meletakkan dasar-dasar yang kuat bagi pembangunan nasional dalam tahap-tahap berikutnya.
Sasaran yang telah ditetapkan adalah pangan,sandang, perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan rohani. Keberhasilan yang dicapai adalah Pertama,dilihat dari perkembangan produk nasional menurut sektor menyatakan bahwa usaha rehabilitasi dan   pembangunan ekonomi yang dilakukan dalam REPLITA 1 telah mengakibatkan perkembangan pesat dibidang bangunan,listrik,industri, dan pertambangan. Kedua perkembangan produk nasional juga mengakibatkan munculnya perubahan struktur perekonomian ke arah struktur ekonomi yang seimbang. Ketiga,perkembangan harga barang dan jasa menunjukan perkembangan yang lebih stabil.

PELITA II (1 April 1974 - 31 Maret 1979)
      Sasaran utamanya adalah perkreditan untuk mendorong eksportir kecil dan menengah, dan  mendorong usaha kecil atau ekonomi lengah dengan Kredit Investasi Kecil.
Keberhasilan yang dicapai adalah Pertama, cadangan devisa naik dari $1,8 milyar menjadi $ 2,58 milyar. Kedua  naiknya tabungan pemerintah dari $ 255 milyar menjadi $522 milyar.

PELITA III (1 April 1979 - 31 Maret 1984)              
      Defisit nya neraca perdagangan karena proteksi dan kuota dari negara pasaran komoditi Indonesia.
Kebijakannya adalah
-    Paket Januari 1982
     Tata cara pelaksanaan ekspor-import dan lalu lintas devisa. Kebijakan ini tidak berhasil karena adaresesi 
     dunia yang belum berakhir.
-    Paket Kebijakan Imbal-Beli
     Ada keharusan eksportir dan importir luar negeri untuk membeli produk-produk Indonesia dalam jumlah  
     yang sama.


PELITA IV (1 April 1984 - 31 Maret 1989)
     Titik berat nya adalah sektor pertanian untuk menuju swasembada pangan, dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri sendiri. 
Dan ditengah berlangsung pembangunan pada Pelita IV ini yaitu awal tahun 1980 terjadi resesi. Untuk mempertahankan kelangsungan pembangunan ekonomi,pemerintah mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal. Dan dengan begitu pembangunan nasional dapat terus berlangsung.


PELITA V (1 April 1989 sampai 31 Maret 1994)
      Pengarahan terhadap pengawasan, pengendalian ,dan upaya produktif untuk meninggalkan proses tinggal landas menuju Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahap II.
Titik beratnya terdapat pada sektor pertanian dan industri. Pada masa itu kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi baik, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,8% per tahun. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya.

PELITA VI (1 April 1994 sampai 31 Maret 1999)
     Pada Pelita ini kebijakan diarahkan pada pemerataan dan peningkatan kualitas Dikdas, pelaksanaan wajib belajar 9 tahun, pengembangan dan pemanfaatan media pengajaran, serta teknologi pendidikan.
Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak pembangunan. Namun pada periode ini terjadi krisis moneter yang  melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri mengganggu perekonomian yang telah menyebabkan proses pembangunan terlambat, dan juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru.


2.   Hambatan Perdagangan Antar Negara
      Hambatan perdagangan antar negara,diantaranya:
- Perbedaan mata uang suatu negara dengan negara lain.
- Kualitas sumber daya manusia yang rendah.
- Kebijaksanaan impor yang di tetapkan oleh suatu negara.
- Pertentangan di bidang politik dan militer (terjadi perang)

3.   Neraca Pembayaran Luar Negeri Indonesia
      Neraca pembayaran luar negeri merupakan ikhtisar yang tersusun secara sistematik yang memuat semua transaksi-transaksi ekonomi luar negeri yang diadakan penduduk suatu negara yang bersangkutan untuk jangka waktu tertentu.


Transaksi Ekonomi Internasional
      Pada umumnya transaksi ekonomi berupa pemindah tanganan  hak milik atas suatu benda dari tangan orang yang satu ke tangan orang yang lainnya ataupun berupa penunaian jasa yang dilakukan oleh orang yang satu untuk orang lainnya. Perubahan susunan dan nilai hutang piutang serta kekayaan penduduk negara bersangkutan dengan negara lain juga termasuk transaksi ekonomi.


Masalah Kependudukan
      Istilah penduduk merupakan subjek ekonomi yang memiliki kemungkinan untuk mengadakan transaksi ekonomi dengan penduduk negara lain. Oleh karena itu istilah penduduk dalam neraca pembayaran dapat berupa perorangan, badan-badan swasta atau badan-badan pemerintah.  Subjek-subjek ekonomi yang mewakili pemerintahan suatu negara dianggap sebagai penduduk negara yang mewakilinya, contoh Duta besar.
    Orang perorangan yang tidak mewakili pemerintahan suatu negara harus dianggap sebagai penduduk negara dimana mereka memiliki kediaman tetap (center of interest), contohnya turis. Untuk mengetahui center of interest seseorang biasanya dipergunakan kriteria tempat kediaman dan tempat pekerjaannya. 
     Lebih penting daripada status kependudukan orang perorangan, ialah status kependudukan badan-badan perusahaan. Untuk perusahaan yang berbadan hukum, perusahaan harus dianggap sebagai penduduk negara yang pemerintahannya mengesahkan akte pendirian badan hukum tersebut. Sedangkan mengenai cabang-cabang yang ada di negara lain harus dipandang sebagai penduduk dimana cabang tersebut berada.

Transaksi Kredit dan Debit
      Suatu transaksi merupakan transaksi kredit apabila transaksi tersebut menimbulkan atau bertambahnya hak bagi penduduk negara yang memiliki neraca pembayaran internasional tersebut untuk menerimanya dari negara lain.
    Suatu transaksi merupakan transaksi debit apabila transaksi tersebut mengakibatkan timbulnya atau bertambahnya kewajiban bagi penduduk negara yang memiliki neraca pembayaran untuk mengadakan pembayaran pada penduduk negara lain.


Dasar Waktu Pencatatan
      Semua jual beli barang dan juga transaksi penunaian jasa selalu terdiri dari 3 fase,yakni
-    Fase terjadinya perjanjian
-    Fase penyerahan barang atau penunaian jasa
-    Fase pembayaran
Oleh karena itu dalam menyusun neraca pembayaran internasional,sangat perlu bagi kita untuk menetapkan dasar waktu yang mana yang harus kita jadikan sebagai pedoman dalam menentukan bahwa suatu transaksi telah terjadi. Jika tidak seperti demikian kita akan mengalami pencacatan ganda. Untuk mengatasi persoalan diatas ada 3 macam pilihan dasar waktu yang masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Diantaranya:

Dasar Waktu Pembayaran (The payments Time Basis)
    Transaksi dianggap terjadi pada saat diadakan pembayaran.

Dasar Waktu Perjanjian (The Transactions Time Basis)
    Ekspor dan import dianggap terjadi setelah adanya perjanjian. Dengan digunakannya cara ini,kelemahan   yang ditimbulkan penggunaan kartu kredit dalam transaksi ekspor import dapat dihindarkan. Akan tetapi akan timbul kesulitan jika kontrak jual beli yang meliputi jangka waktu sampai beberapa tahun , pada  neraca pembayaran internasionaluntuk periode dimana kontrak tersebut ditandatangani,maka besarnya nilai ekspor dan imporakan jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang sungguh-sungguhdiekspor atau diimport.

Dasar Waktu Penyerahan (The Movement Time Basis)
     Transaksi ekspor dianggap terjadi pada saat barang meninggalkan daerah negara pengekspor, sedangkan transaksi impor terjadi apabila barang memasuki daerah negara pengimpor. Ditinjau dari segi pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi serta bagian dari pengaruhnya tingkat employment dan tingkat harga time basis semacam ini lebih tepat dipergunakan . Akan tetapi dasar waktu ini memiliki kelemahan yakni tidak mampunya movement basis dalam mencerminkan perubahan posisi financial luar negeri yang diakibatkan transaksi ekspor dan import.


Beberapa Sumber Neraca Pembayaran Indonesia
-  Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran dan Belanja Negara.
-  Bank Indonesia:Laporan Tahun Pembukuan
-  Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia
-  Statistik Indonesia: Statistical Yearbook od Indonesia, diterbitkan BPS.
-  Indikator Ekonomi 
    
5.   Peranan Kurs Valuta Asing
     Dalam pembayaran antar negara melibatkan banyak mata uang, yang harus dipertukarkan dengan kurs terlebih dahulu. Jadi kurs valuta asing merupakan nilai tukar yang menggambarkan 
banyaknya rupiah yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan satu unit dollar dalam kurun waktu tertentu. Kurs valuta asing adalah harga valuta asing dinyatakan dalam valuta sendiri.


Penentuan Kurs Valuta Asing
      Terdapat 3 sistem untuk menentukan tinggi rendahnya kurs valuta asing, yakni:
-   Kurs Tetap, dikaitkan emas sebagai patokannya.
-   Kurs Bebas,dibentuk oleh permintaan dan penawaran valuta asing dipasaran bebas.
-   Kurs dibuat Stabil, berdasarkan perjanjian internasional ditetapkan oleh pemerintah atau bank sentral.


Akibat Kurs yang Tidak Sesuai
       Apabila mata uang suatu negara dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan valuta lain (Kurs resmi lebih tinggi daripada perbandingan daya beli yang sesungguhnya atau disebut over valued), akibatnya ekspornya akan macet dan impornya didorong terlalu besar, sehingga keseimbangan neraca pembayaran terancam.Hal yang sebaliknya terjadi apabila mata uang dinilai terlalu rendah atau under valued: apabila kurs resmi terlalu rendah dibandingkan dengan daya belinya yang sesungguhnya, maka ekspor akan bertambah besar, tetapi impor akan macet.
      Kesimpulan bahwa peran valuta asing terhadap perekonomian di indonesia adalah sangat penting. Karena valuta asing merupakan alat pembayaran antar negara. Barang dan jasa yang diimpor itu harus dibayar. Untuk pembayaran itu diperlukan valuta asing atau devisa (Foreign exchange), yaitu valuta (mata uang) yang mau diterima oleh dunia internasional. Devisa itu kita peroleh dari hasil ekspor (devisa umum) atau kredit bank luar negeri (devisa kredit).

SUMBER :

BAB 9 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN )

1. Perkembangan Dana Pembangunan Indonesia

   Dilihat dari segi pembangunan, penyusunan APBN sangat diperlukan. Pada dasarnya APBN merupakan rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran.
    Secara gari besar APBN terdiri dari pos – pos seperti dibawah ini :





-  Sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan penerimaan pembangunan
-  Sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan 


   APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan dengan memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis. Hal tersebut perlu diperhatikan mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih antara penerimaan dalam negeri dengan pengeluaran rutin, belum sepenuhnya menutupi kbutuhan biaya pembangunan di Indonesia.
   Meskipun dari PELITA ke PELITA jumlah tabungan pemerintah sebagai pembiayaan pembangunan terbesar terus mengalami peningkatan, namun pengalokasian terhadap pembangunan masih jauh dari apa yang diharapkan. 
    Dengan kata lain, ada ketergantungan dan pembangunan terhadap sumber lain, dalam hal ini pinjaman 
luar negeri masih cukup besar. Namun demikian mulai tahun terakhir PELITA, presentase tabungan pemerintah lebih besar daripada pinjaman luar negeri, dikarenakan peran sektor migas yang pada saat itu lagi dominan ,serta dengan dukungan beberapa kebijakan pemerintah dalam masalah perpajakan dan upaya peningkatan penerimaan negara lainnya.
    Untuk menghindari terjadinya defisit anggaran pembangunan, Indonesia masih mengharapkan dan dari luar negeri, dan meskipun IGGI (Inter Govermmental Group on Indonesia) bukan lagi menjadi forum Internasional yang secara formal membantu pembiayaan pembangunan di Indonesia, namun dengan lahirnya CGI (Consultative Group on Indonesia) kebutuhan pinjaman luar negeri sebagai pelengkap dan pembangunan masih dapat diharapkan. Sebaiknya pinjaman dari luar negeri dijadikan sebagai pelengkap dana pembangunan

2. Proses Penyusunan Anggaran
    Proses penyusunan anggaran dibagi menjadi dua, yakni:


Dari Atas ke Bawah
    Merupakan proses penyusunan anggaran tanpa penentuan tujuan sebelumnya dan tidak berlandaskan teori yang jelas. Proses penyusunan anggaran dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah uang dari pihak atasan kepada para karyawan nya agar menggunakan uang yang diberikan tersebut untuk menjalankan sebuah program. Terdapat 5 metode dalam penyusunan secara dari atas ke bawah, yakni:


a. Metode Kemampuan
    Metode dimana perusahaan menggunakan sejumlah uang untuk kegiatan operasional dan produksi, tanpa    
    mempertimbangkan dampak dari pengeluaran tersebut.
b. Metode Pembagian
    Metode ini lebih buruk dari metode yang lain, karena pendistribusian anggarannya tidak memiliki tujuan   
    yang jelas, tidak berdasarkan teori, dan metode ini kurang memperhatikan penyusunan  konsep 
    pendistribusian anggaran.
c. Metode Presentase Penjualan
    Metode ini menggambarkan efek dari yang terjadi antar kegiatan iklan dan promosi yang dilakukan
    dengan presentase penjualan. Metode ini didasarkan oleh 2 hal, yakni presentase penjualan dan sejumlah  
    pengembalian atau efek yang didapat dari aktivitas periklanan dan promosi.
d. Metode Melihat Pesaing.
    Sebuah perusahaan akan berusaha memberikan inovasi terbaru dengan strategi yang bagus agar lebih  
    unggul dari para pesaing nya.
e. Metode Pengembalian Investasi
    Merupakan pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan terkait dengan sejumlah uang  
    yang telah dikeluarkan untuk iklan dan aktivitas promosi lainnya. Sesuai dengan arti katanya, investasi  
    berarti penanaman modal dengan harapan akan adanya pengembalian modal suatu hari.


Dari Bawah ke Atas
    Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan anggaran ditentukan belakangan setelah tujuan selesai disusun. Terdapat 3 metode dalam penyusunan anggaran secara dari bawah ke atas, yakni:

a.   Metode Tujuan dan Tugas (Objective and task method) 
      Metode ini menegaskan pada penentuan tujuan dan anggaran yang disusun secara beriringan. Terdapat 3 
langkah yang ditempuh dalam metode ini, yakni penentuan tujuan, penentuan strategi dan tugas yang harus  dikerjakan, dan perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tugas dan strategi tersebut.

b. Metode Pengembalian Secara Berkala (Payout Planning) 
   Metode ini menggunakan prinsip investasi dimana pengembalian modal diterima pada waktu tertentu.   Selama tahun pertama, perusahaan akan mengalami kerugian dikarenakan biaya promosi dan iklan lebih   besar dari pada keuntungan yang diperoleh. Pada tahun kedua, perusahaan akan mengalami titik impas antara biaya promosi dengan keuntungan yang diperoleh. Tahun ketiga, barulah perusahaan menerima keuntungan penjualan. Bisa disimpulkan bahwa dengan metode ini keuntungan akan diperoleh dalam  jangka panjang.

c. Metode Perhitungan Kuantitatif (Quantitative models) 
    Metode ini menggunakan sistem perhitungan statistik dengan mengolah data yang dimasukkan dalam komputer dengan teknik analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Metode ini jarang digunakan karena kompleks dalam pemakaiannya.

Alokasi Anggaran
    Pengalokasikan anggaran diartikan sebagai melakukan pembagian dana secara sistematis berdasarkan keseluruhan anggaran yang dimiliki perusahaan untuk melangsungkan program tersebut. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengalokasian anggaran mencakup potensial pasar, ukuran dan segmen pasar, kebijakan perusahaan, skala ekonomi periklanan, dan karakteristik perusahaan.

3. Perkiraan Penerimaan Negara
    Secara garis besar, penerimaan negara dikelompokkan menjadi 2,yakni:

Penerimaan Dalam Negeri
   Penerimaan dalam negeri untuk awal tahun setelah masa pemerintahan Orde Baru masih menggantungkan pada penerimaan dari ekspor minyak bumi dan gas alam. Namun lambat laun,harga minyak tidak stabil, maka mulai disadari bahwa ketergantungan terhadap penerimaan sektor migas perlu dikurangi. Untuk mengatasi hal ini,maka Pemerintahan mengeluarkan beberapa kebijakan, diantaranya:


a.  Deregulasi Bidang Perbankan
    Mengurangi peran dari Bank Sentral dalam menentukan suku bunga deposito dan pinjaman sendiri. Dan  
mengalihkan peran tersebut kepada Bank Pemerintah ataupun Swasta. Dampak dari deregulasi adalah meningkatnya tabungan masyarakat.
b. Deregulasi bidang perpajakan (UU baru, 1 Januari 1984 untuk memperbaiki penerimaan Negara.

Penerimaan Pembangunan
    Meskipun telah ditempuh berbagai upaya untuk meningkatkan tabungan pemerintah,namun karena laju pembangunan yang demikian cepat,maka dana tersebut masih perlu dilengkapi dengan dan ditunjang dengan dana yang berasal dari luar negeri.Meskipun untuk selanjutnya bantuan luar negeri ( hutang bagi Indonesia ) tersebut makin meningkatnya jumlahnya,namun selalu diupayakan suatu mekanisme pemanfaatan dengan prioritas sektor-sektor yang lebih produktif.Dengan demikian bantuan luar negeri tersebut dapat dikelola dengan baik (terutama dalam hal pengembalian cicilan pokok dan bunganya).

4. Perkiraan Pengeluaran Negara
    Secara garis besar, pengeluaran negara dibagi 2 kelompok, yakni:

Pengeluaran Rutin Negara
   Merupakan pengeluaran yang rutin terjadi dan telah terencana sebelumnya. Pengeluaran rutin negara terdiri dari:
a.  Pengeluaran unutk belanja pegawai.
b.  Pengeluaran untuk belanja barang.
c.  Pengeluaran untuk subsidi daerah otonom.
d.  Pengeluaran utnuk membayar bunga  dan cicilan hutang.

Pengeluaran Pembangunan
   Secara garis besar yang termasuk dalam pengeluaran pembangunan, yakni:


a.   Pengeluaran pembangunan untuk berbagai departemen atau lembaga negara.
      Diantaranya untuk membiayai proyek-proyek pembangunan nasional yang menjadi tanggung jawab  masing-masing departemen negara yang bersangkutan.
b. Pengeluaran pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah (Dati I dan Dati II)

5. Dasar Perhitungan Perkiraan Penerimaan Negara





    Untuk memperoleh hasil perkiraan penerimaan negara, ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan
, diantaranya:


Penerimaan Dalam Negeri dari Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah:
a. Produksi minyak rata-rata per hari.
b. Harga rata-rata ekspor minyak mentah.

Penerimaan Dalam Negeri Di Luar Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah:
a. Pajak penghasilan
b. Pajak pertambahan nilai
c. Bea masuk
d. Cukai
e. Ekspor
f.  Pajak bumi dan bangunan
g. Bea materai
h. Pajak lainnya.
i. Penerimaan bukan pajak.
j. Penerimaan dari hasil penjualan BBM


Sumber: